<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Moh. Arifin Purwakananta</title>
	<atom:link href="http://purwakananta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://purwakananta.wordpress.com</link>
	<description>purwakananta.wordpress.com</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Feb 2011 16:38:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='purwakananta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Moh. Arifin Purwakananta</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://purwakananta.wordpress.com/osd.xml" title="Moh. Arifin Purwakananta" />
	<atom:link rel='hub' href='http://purwakananta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ekonomi Zakat</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2010/09/14/ekonomi-zakat/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2010/09/14/ekonomi-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 06:03:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=167&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=167&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2010/09/14/ekonomi-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peta Kemiskinan</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2010/08/06/peta-kemiskinan/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2010/08/06/peta-kemiskinan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 16:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Peta Kemiskinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Gagasan tentang Peta Kemiskinan lahir dari kebutuhan untuk menemukan sebuah visi strategis yang paling mutakhir dan jitu dalam upaya memberdayakan masyarakat melalui sumber daya lokal. Gagasan ini dimulai dari sebuah keyakinan bahwa masyarakat dapat mengatasi masalahnya sendiri melalui manajemen sumber daya yang dimilikinya. Indonesia dengan seluruh yang ada di dalamnya adalah mozaik yang indah. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=160&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://purwakananta.files.wordpress.com/2010/08/images.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-161" title="antre mintak tanah" src="http://purwakananta.files.wordpress.com/2010/08/images.jpg?w=279&#038;h=181" alt="" width="279" height="181" /></a>Gagasan tentang Peta Kemiskinan lahir dari kebutuhan untuk menemukan sebuah visi strategis yang paling mutakhir dan jitu dalam upaya memberdayakan masyarakat melalui sumber daya lokal. Gagasan ini dimulai dari sebuah keyakinan bahwa masyarakat dapat mengatasi masalahnya sendiri melalui manajemen sumber daya yang dimilikinya. Indonesia dengan seluruh yang ada di dalamnya adalah mozaik yang indah. Saya fikir seharusnya tak akan tergambar wajah buram kemiskinan anak bangsanya manakala pada saat yang bersamaan kita juga dilirik sebagai negeri dengan kekayaan dan dimensi kemakmuran yang luar biasa.</p>
<p>Sebagai sebuah peta, buku ini haruslah memuat berbagai informasi berupa permasalahan kemiskinan, potensi pemberdayaan dan potret modal sosial sehingga tidak saja memotret masalah namun juga menyediakan peluang budidaya dan olah fikir kita untuk menyelesaikannya. Bagaikan sebuah bangunan matematika, tidak boleh ia hanya menjadi soal tak berjawab, namun harus menjadi sebuah persamaan-persamaan yang lengkap sehingga kita mampu menemukan seluruh besaran variabelnya. Menurut saya, Peta Kemiskinan haruslah memetakan masalah kemiskinan sekaligus peta peluang untuk mengatasinya.</p>
<p>Beberapa lembaga telah menerbitkan data kemiskinan. Tidak begitu banyak yang  peduli tentang hitungan jumlah orang miskin yang bebeda-beda, barangkali karena kemampuan kita mengatasinya tak lebih dari sekedar peratusan dari angka itu. Ini bagaikan kita yang  tidak mempedulikan ukuran  luas  jutaan kilometer persegi lautan kita yang kaya raya, karena kita baru dapat mengolahnya dalam jumlah ratusan kilometer persegi saja. Data jumlah orang miskin selain tak menjadi arah bagi kebijakan pemberdayaan dan pembangunan juga tak menunjukkan bagaimana bisa dituntaskan. Peta Kemiskinan yang baik bukan hanya tentang bagaimana sebuah teori kriteria kemiskinan dipadu-padankan dengan data survey lapangan, namun lebih jauh lagi harus memberikan kerangka pemikiran yang benar dan presisi tentang cara pandang kita terhadap kemiskinan.</p>
<p><span id="more-160"></span><em>Untuk pertama kalinya Peta Kemiskinan yang ditampilkan dengan pemanfaatan </em><em>Geography Information System</em> (GIS) ini mengolah data dari  survei sosial ekonomi nasional dan sensus penduduk yang dilakukan oleh BPS dengan standar kemiskinan BPS. Meskipun demikian peta ini mencoba memberi gambaran berbeda tentang cara pandang kita dalam memotret  mustahik (orang yang berhak mendapat zakat) yaitu dua golongan asnaf zakat Fakir dan Miskin dengan mengaitkannya dengan rasio jumlah mustahik itu dengan jumlah muzakki (orang yang memiliki kemampuan menunaikan zakat). Peta ini juga menampilkan data potensi kawasan sebagai wawasan sumberdaya bagi penyelesaian masalah kemiskinan. Data mengenai modal sosial berupa kearifan lokal, potensi sosial budaya, dan kondisi kualitatif lainnya belum dapat ditampilkan pada Peta Kemiskinan ini akan menjadi data penting bagi Peta Kemiskinan pada edisi berikutnya.</p>
<p>Saya percaya bahwa penetapan standar kemiskinan mendesak untuk direvisi dan dikembangkan. Dompet Dhuafa saat ini mengembangkan sebuah standar kemiskinan (<em>had al kifayah</em>) yang lebih tepat bagi cara pandang baru kita terhadap kemiskinan yang diharapkan mampu menginspirasi kebijakan strategis dibidang pembangunan dan pengentasan kemiskinan melalui keterlibatan <em>multi stakeholder</em>. Tentu saja ini tidaklah mudah. Hal ini membutuhkan sebuah pemikiran dan cara pandang mendasar dan integral tentang kemiskinan melalui kajian multi disipliner.</p>
<p>Saat ini saya juga merasa perlu mendorong sebuah gagasan mengenai ukuran dan angka yang dinamis untuk menunjukkan keadaan kemiskinan dan potensi pemberdayaannya melalui pendekatan partisipatif (<em>participatory dynamic poverty and empowering map</em>). Angka Kemiskinan yang bersifat <em>dynamic</em> akan memberikan kita ukuran yang  tidak saja tepat dalam dimensi waktu namun sekaligus dapat menjadi alat ukur kinerja program pemberdayaan dan pembangunan. Diperlukan metodologi survey yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan data <em>dynamic</em>, maka pendekatan partisipatif  dapat menjadi jembatan bagi peta kemiskinan ini.</p>
<p>Pendekatan partisipatif dalam pemetaan kemiskinan memungkinkan kita dapat memperoleh gambaran kemiskinan tidak dari kacamata pihak luar, namun menjadi semacam potret diri tentang kemiskinan itu sendiri. Hal ini dapat menghindari paralak dan bias data kemiskinan. Peta kemiskinan yang partisipatif juga memungkinkan kita dapat memperoleh data potensi yang semakin tepat dan potret modal sosial yang kaya ragamnya.</p>
<p>Bagaimanapun buku Peta Kemiskinan adalah sebuah kerja kolosal dari berbagai pihak dan prosesnya menghabiskan waktu yang  tidak sedikit. Proses pembuatan buku ini dimulai dengan lahirnya sebuah gagasan, dilanjutkan dengan diskusi marathon tentang kerangka pemikiran, penetapan lokus dan pengolahan data, pengeditan, perwajahan hingga penerbitan. Kami bertekad mengembangkan Peta Kemiskinan ini  dengan terus memperkayanya dengan gagasan dan masukan anda sekalian. Selamat membaca peta dan menemukan harta karun bagi upaya kebangkitan dan kemandirian bangsa. [map]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=160&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2010/08/06/peta-kemiskinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://purwakananta.files.wordpress.com/2010/08/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">antre mintak tanah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembacokan Aktifis ICW Jangan Jadi Teror Kepada Pegiat LSM</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2010/07/08/pembacokan-aktifis-icw-jangan-jadi-teror-kepada-pegiat-lsm/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2010/07/08/pembacokan-aktifis-icw-jangan-jadi-teror-kepada-pegiat-lsm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 01:21:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[LSM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Pegiat ICW, Tama Satrya yang dibacok oleh orang tak dikenal selama ini diketahui sebagai orang yang melaporkan dugaan Korupsi dan Rekening mencurigakan ke Satgas Mafia Kasus. Hal ini membuka spekulasi bahwa pembacokan Tama dikaitkan dengan aktifitasnya sebagai pegiat anti korupsi di ICW. Pembunuhan terhadap aktifis LSM dan pegiat kemanusiaan teleh menjadi sejarah panjang dan tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=155&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://purwakananta.files.wordpress.com/2010/07/tama2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-158" title="tama2" src="http://purwakananta.files.wordpress.com/2010/07/tama2.jpg?w=150&#038;h=196" alt="" width="150" height="196" /></a>Pegiat ICW, Tama Satrya yang dibacok oleh orang tak dikenal selama ini diketahui sebagai orang yang melaporkan dugaan Korupsi dan Rekening mencurigakan ke Satgas Mafia Kasus. Hal ini membuka spekulasi bahwa pembacokan Tama dikaitkan dengan aktifitasnya sebagai pegiat anti korupsi di ICW.</p>
<p>Pembunuhan terhadap aktifis LSM dan pegiat kemanusiaan teleh menjadi sejarah panjang dan tak pernah habis di negeri ini. Hal ini sangat disesali. Penguatan masyarakat madani Indonesia membutuhkan penguatan di civil society yang saat ini masih dikangkangi oleh negara dan pasar. Teror terhadap aktifis LSM harus dihentikan dan dikutuk agar tak terus berlanjut di negeri ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=155&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2010/07/08/pembacokan-aktifis-icw-jangan-jadi-teror-kepada-pegiat-lsm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://purwakananta.files.wordpress.com/2010/07/tama2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tama2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zakat dan Negara Gagal</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2009/12/10/zakat-dan-negara-gagal/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2009/12/10/zakat-dan-negara-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Negara Gagal]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Empat hari lalu saya menerima pesan singkat dari KH. Solahuddin Wahid , yang akrab dipanggil Gus Sholah, tentang sebuah pesantren di sebuah kampung yang pemimpinnya meninggal dan harus di wariskan kepada anaknya seorang ustad Muda. Beliau meminta Dompet Dhuafa kiranya dapat membantu pesantren ini dan saat itu juga saya langsung menghubungi Ustadz muda ini untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=149&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://purwakananta.files.wordpress.com/2009/12/miskinn.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-148" title="miskinn" src="http://purwakananta.files.wordpress.com/2009/12/miskinn.jpg?w=150&#038;h=93" alt="" width="150" height="93" /></a>Empat hari lalu saya menerima pesan singkat dari KH. Solahuddin Wahid , yang akrab dipanggil Gus Sholah, tentang sebuah pesantren di sebuah kampung yang pemimpinnya meninggal dan harus di wariskan kepada anaknya seorang ustad Muda. Beliau meminta Dompet Dhuafa kiranya dapat membantu pesantren ini dan saat itu juga saya langsung menghubungi Ustadz muda ini untuk mendalami apa yang bisa dilakukan untuk pesantren ini. Bukan tanpa sebab Gus Sholah mengenal baik Dompet Dhuafa. Dalam sebuah obrolan santai bersama beliau, saya bahkan terkaget Gus Sholah memahami detail mengenai Dompet Dhuafa. Bukan saja beliau membaca banyak hal tentang lembaga amil zakat ini namun juga mengkliping setiap berita Dompet Dhuafa. Tawarannya agar Pesantren Tebu Ireng yang dipimpinnya bisa belajar ke Dompet Dhuafa saya anggap sebagai pujian, dan saya katakan bahwa Dompet Dhuafa akan belajar begaimana sebuah Pesantren seperti Tebu Ireng bisa eksis selama 200 tahunan. Punya nafas yang hampir sama dengan pesantren yang lahir pada Abad 19 dan mampu mencetak generasi ulama besar dan melahirkan semangat kemerdakaan negara ini, gerakan zakat yang lahir di era 90an telah memberikan warna baru bagi gerakan sosial dan keagamaan negeri ini. Gerakan zalkat di Indonesia dengan ditandai lahirnya YDSF, Dompet Dhuafa, PKPU, Rumah Zakat, DPU DT dll yang &#8211; kemudian diikuti oleh lahirnya semangat zakat di Indonesia &#8211; memang tengah diuji keteguhan visinya. Sebagai gerakan perlawanan masyarakat untuk memperbaiki bangsanya LAZ sejak lahir telah dimandati cita-cita luhur itu. Dompet Dhuafa misalnya, memulai dari dana patungan dari para wartawan dan potongan gaji para karyawan Harian Republika serta keluarganya dan segera melakukan sesuatu untuk membela kamum miskin. Karena nilai yang luhur dan kesungguhan itulah Dompet Dhuafa menarik banyak simpati dan mendorong masyarakat ikut mendanai program-program pemberdayaan ini. Gerakan yang membola salju ini membawa sebuah ajaran pemberdayaan, semangat berekonomi yang adil sesuai syariah, kepedulian kepada saudara kita yang miskin dan semangat dakwah, yang dalam konteks rukun Islam terwadahi dalam makna Zakat. Sebagaimana tantangan yang dihadapi pesantren, sebagai sunnatullah gerakan zakat tentu saja akan mengalami masa ujian yang berat. Satu dasawarsa yang telah dilampaui, gerakan zakat telah mampu melewati batu uji profesionalisme dan penggalangan kepercayaan publik. Ketika masalah klasik gerakan keumatan adalah SDM berkualitas dan kesolidan tim, gerakan zakat mampu membangun dirinya menjadi profesional dan menjadi lembaga yang berkembang. Gerakan zakat di masa ini juga mampu membangun ketertarikan masyarakat tentang isu syariat zakat. Tak bisa dipungkiri, syariat zakat yang dulu terpinggirkan karena merupakan ranah ketaatan beragama, kini sudah merambah kepada isu sosial, bahkan saat ini masuk ke dalam isu ekonomi pemberdayaan. Bank Indonesia bahkan telah memasukkan bidang zakat ini sebagai Voluntary Sector yang memperkuat sektor pendukung ekonomi Indonesia lainnya. Gerakan LAZ ini bahkan telah mendorong semangat baru menegakkan syariat Zakat . Kerjasama-kerjama pengembangan LAZ di pesantren-pesantren tercatat makin subur. LAZ di kampus-kampus semakin bertambah banyak dan maju, juga LAZ-LAZ masjid yang kini sudah semakin baik dan profesional. Zakat sebagai arus utama dalam wacana sosio-ekonomi sudah mendapatkan modal yang cukup untuk dilesakkan sebagai salah satu kekuatan sosial dalam wacana pengentasan kemiskinan , pembangunan spiritual bangsa dan semangat membangun peradaban yang unggul sebagai bangsa. Pada fase ini gerakan zakat juga mampu membangun sinergi zakat asia tenggara dengan pelaksanaan dua kali Konferensi Zakat Asia Tenggara di Kuala Lumpur 2006 dan di Padang 2007 yang menghasilkan Dewan Zakat. Sayangnya pada dasawarsa kedua ini gerakan zakat justru mendapat tantangan dari apa yang selama ini dibelanya yaitu Negara. Ide formalisasi zakat yang memaksakan dana publik zakat, infak, sedekah bahkan wakaf ini dikelola negara ini tengah digodok serius dan sudah disebarluaskan oleh Pemerintah ke media massa. Peniadaan LAZ mengagetkan banyak teman dan masyarakat, karena justru ketika Dompet Dhuafa tengah mendapat sederet penghargaan berupa Sertifikasi ISO, Penghargaan Spocial Entrepreneurship Arwar Ernst &amp; Young, Marketing Award untuk kategori Innovation dan kategori Experience Marketing, penghargaan MURI sebagai panitia Kurban terbesar, kerjasama dengan berbagai pemda untuk mengembangkan pemberdayaan di daerah, sebagai suatu bukti peran pentingnya di masyarakat. Saat ini kita memag sedang menunggu sejarah dituliskan, apakah negara ini berhasil memberangus gerakan zakat yang notabene ditumbuhkan oleh masyarakat ini . Lalu siapakah yang mampu membendung keinginan negara menutup LAZ Dompet Dhuafa dan lainnya? Saya malu untuk menyampaikan kegalauan ini kepada Gus Sholah, atau tokoh-tokoh lain dan di negeri ini yang telah lama menjadi pendukung gerakan kebaikan ini. Kalaulah Dompet Dhuafa diberangus, mohon doakan kami akan tetap bertekad berusaha sekuat upaya tetap membantu pesantren, tetap membantu mereka yang tak selama ini tak bisa sekolah karena sekolah dibuat mahal, membantu mereka yang sakit agar bisa memperoleh layanan pengobatan yang bermartabat, membantu para buruh petani, tukang sayur, tukang ojeg, pengasong, pengamen, dan masyarakat terpingirkan lainnya yang selama ini hanya faham bahwa negara ini ada hanya ketika mereka ditangkapi, digusur dan dipingirkan. Agar mereka tak banyak kecewa karena berharap kepada negara gagal ini. Saksikan ya Allah, saya telah menyampaikan ini.</p>
<p>Moh. Arifin Purwakananta Direktur Program Dompet Dhuafa</p>
<p>Dimuat di Harian republika, Jumat 11 Desember 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=149&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2009/12/10/zakat-dan-negara-gagal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://purwakananta.files.wordpress.com/2009/12/miskinn.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">miskinn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memimpin Kesetimbangan</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2009/07/09/memimpin-kesetimbangan/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2009/07/09/memimpin-kesetimbangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 09:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[kesetimbangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa kali perjalanan saya ke pelosok-pelosok negeri ini dalam tugas sebagai amil zakat, saya sering merasakan banyak komunitas masyarakat Indonesia yang bersahaja dalam kemiskinan dan keterbatasannya. Tak terasa adanya jejak-jejak kepemimpinan pemerintahan. Ganti presiden dan ganti menteri, mereka seperti tak terpengaruh. Bukannya tak ada pemerintahan daerah di sana , namun saya merasakan kekuatan kesenyawaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=143&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-144" title="desa" src="http://purwakananta.files.wordpress.com/2009/07/desa.jpg?w=127&#038;h=95" alt="desa" width="127" height="95" />Dalam beberapa kali perjalanan saya ke pelosok-pelosok negeri ini dalam tugas sebagai amil zakat, saya sering merasakan banyak komunitas masyarakat Indonesia yang bersahaja dalam kemiskinan dan keterbatasannya. Tak terasa adanya jejak-jejak kepemimpinan pemerintahan. Ganti presiden dan ganti menteri, mereka seperti tak terpengaruh. Bukannya tak ada pemerintahan daerah di sana , namun saya merasakan kekuatan kesenyawaan harmoni alam dan manusia yang tak mungkin dikalahkan oleh sekedar birokrasi kepemerintahan kabupaten dan desa.</p>
<p>Sebut saja Desa Windusakti di balik pegunungan di bilangan Brebes. Di lokasi yg keterjangkauannya harus ditempuh dengan perjalanan terjal, berliku yang dilanjutkan dengan perjalanan kaki menembus hutan dan lereng curam ini, rakyatnya kaya akan rasa berkecukupan. Mereka hidup dari apa yang mereka tanam dan disediakan alam. Bahkan terasa sekali pengabdian dan kecintaan kepada alam melebihi keinginan komsumsi dan kerakusan menguasai. Kepala desa dan aparat desa adalah kelompok elit komunitas ini yang dari gaya bicaranya lebih merupakan panggilan tugas dan mengabdi dari pada memerintah. Tak semua prenduduknya bisa berbahasa Indonesia. Keteraturan alam dan kepatuhan terhadap adat sebagai local value menyelamatkan mereka dari rasa miskin dan ini nilainya lebih besar dari keberadaan pemerintahan. Amat miris jika kebersahajaan ini dirusak oleh sistem demokrasi yang menawarkan konsep kompetitif kelompok pada pilkada dan pemilu nasional.</p>
<p>Coba juga sesekali anda berkunjung ke Desa Loksakon, menyeberang dengan kapal kayu beberapa jam dari Luwuk Sulawesi Tengah di susul naik tambangan ke pantai yang indah di Pulau Peling di bilangan Banggai kepulauan. Desa di tepi pantai yang sembilan tahun lalu sempat didera tsunami ini dihuni oleh penduduk yang sangat ramah dan cerdas dengan penguasaan bahasa Indonesia yang sangat baik. Konsumsi ikan yang cukup mungkin telah membuat mereka cukup protein. Dengan seluruh gaya hidup mereka yang sederhana dan serba cukup maka godaan budaya kota boleh jadi adalah sebuah ancaman. Keteraturan alam dan kebersahajaan ini juga sangat dominan. Bukan tak ada kepemerintahan desa, namun apa yg ditawarkan demokrasi di desa seindah ini berupa kompetisi pilkada cara pemilihan ala orang kota yang seragam menjadi konsep yang sangat sepele dibanding dengan susunan sistem yang membuat keindahan harmoni kehidupan bahagia mereka. Informasi yang masuk ke desa ini berupa siaran radio bergelombang pendek dari seberang pulau bahkan ikut andil dalam membuat sebagian mereka yang mendengarkan merasa miskin. “ Walau berganti Presiden, keadaan torang ya seperti ini pak”, demikian seorang tokoh desa menyampaikan kepada saya dengan logat sulawesinya yang khas.</p>
<p>Kepemimpinan selalu menawarkan kemerdekaan, keadilan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Indonesia dengan jutaan rakyat yang secara absolut tak berdaya ini harus dibangkitkan dengan tidak menawarkan janji materi. Untuk itu maka keluhuran manusia, kekayaan alam dan kesetimbangan sistem budaya kita adalah bekal membahagiakan warga negeri ini. Dengan ini pulalah kita akan mampu bersaing dengan ikut bersama warga dunia menciptakan kebahagiaan bersama. Maka jangan ukur keindonesiaan dengan formalisme kebangsaan dan simbol-simbol yang kita tiru mentah-mentah dari luar. Dengan upaya keadilan pemimpin untuk akses dan kesempatan, masyarakat harus merdeka dan bahagia dalam konteksnya sendiri. Jangan biarkan mereka cuma memasang bendera merah putih di depan rumah, tapi mari bersama mematri rasa cinta tanah air di relung hati dan tulang sungsum kita.</p>
<p>Ditulis Oleh Moh. Arifin Purwakananta</p>
<p>dimuat di HU Republika Tanggal 17 Juli 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=143&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2009/07/09/memimpin-kesetimbangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://purwakananta.files.wordpress.com/2009/07/desa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">desa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download eBook Ilusi Negara Islam</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2009/05/22/download-buku-ilusi-negara-islam-versi-lengkap/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2009/05/22/download-buku-ilusi-negara-islam-versi-lengkap/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 23:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Download]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Terbitnya buku “Ilusi Negara Islam” menarik untuk dicermati. Selain menuding dua kelompok Islam besar di Indoesia yaitu PKS dan HTI, buku yang diterbitkan oleh Wahid Institut dan Maarif Institut ini juga menyebut beberapa kelompok Islam lainnnya sebagai kelompok Islam transnasional berbahaya. Sampai saat ini belum ada bentahan resmi dari PKS maupun HTI kecuali penolakan HTI [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=133&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-136" title="buku" src="http://purwakananta.files.wordpress.com/2009/05/buku.jpg?w=146&#038;h=209" alt="buku" width="146" height="209" />Terbitnya buku “Ilusi Negara Islam” menarik untuk dicermati. Selain menuding dua kelompok Islam besar di Indoesia yaitu PKS dan HTI, buku yang diterbitkan oleh Wahid Institut dan Maarif Institut ini juga menyebut beberapa kelompok Islam lainnnya sebagai kelompok Islam transnasional berbahaya.</p>
<p>Sampai saat ini belum ada bentahan resmi dari PKS maupun HTI kecuali penolakan HTI yang dimuat di Detik.com. </p>
<p> Bagi yang ingin mendownlad buku ini versi lengkap bisa membuka <a href="http://www.bhinnekatunggalika.org/galeri.html">http://www.bhinnekatunggalika.org/galeri.html</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=133&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2009/05/22/download-buku-ilusi-negara-islam-versi-lengkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://purwakananta.files.wordpress.com/2009/05/buku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fraktal Kemiskinan</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2009/05/15/fraktal-kemiskinan/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2009/05/15/fraktal-kemiskinan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 03:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kemskinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Di muka jalan menuju rumah saya, ada sebuah gerobak kayu yang agak usang termakan panas dan hujan. Seorang Bapak paruh baya pada waktu-waktu tertentu ada di sana. Gerobak yang didalamnya terdapat mesin jahit pancal berwarna hitam ini sang bapak ini setiap hari mencatri penghidupan dengan menawarkan jasa permak jeans. Bebrapa kali saya menemuinya untuk memakai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=131&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Di muka jalan menuju rumah saya, ada sebuah gerobak kayu yang agak usang termakan panas dan hujan. Seorang Bapak paruh baya pada waktu-waktu tertentu ada di sana. Gerobak yang didalamnya terdapat mesin jahit pancal berwarna hitam ini sang bapak ini setiap hari mencatri penghidupan dengan menawarkan jasa permak jeans. Bebrapa kali saya menemuinya untuk memakai jasanya menyesuaikan baju silat saya dengan ukuran saya. Menurut saya Bapak ini cukup terampil dan cepat dalam menjahit. Pertanyaan saya apakah ia bisa membuat baju atau celana bahkan jas dijawabnya dengan yakin, bisa!<br />
Dengan penampilan yang sederhana saya bisa memperkirakan berapa pendapannya sehari, sejumlah uang yang saka kira tak mencukupi untuk kebutuhan hidup layak di Bogor saat ini. Saya tergelitik oleh sebuah keingintahuan, mengapa ia tak membuka kios jahit dan menerima jasa pembuatan kemeja atau celana atau pakaian jas yang lebih menjanjikan dari sisi harga jasa? Saya terperangah karena ia menjawab dengan jawaban yang sederhana, bahwa penghasilannya ini sudah cukup. Ini tentu saja bertentangan dengan kondisi beliau yang – maaf – berpenampilan yang sangat minim atau bahkan bisa jadi menurut kita berkekurangan secara materi. Dosakah jika ia merasa bahagia dengan kondisinya?</p>
<p>Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan sebagai Poverty is concern with absolute standard of living of part of society the poor in equality refers to relative living standards across the whole society. Defiinsi ini menyeret fikiran kita bahwa kemiskinan adalah terkait dengan batas absolut standar hidup sebagian masyarakat miskin dan menyangkut standar hidup relatif dari masyarakat. Dalam sebuah diskusi tentang standar kemiskinan, ada wacana mengarahkan standar ini ke suatu sudut pandang lebih integral dengan memasukkan teori kebahagiaan dengan pendekatan sosioekonomi yang lebih holistik. Maka secara teori kemiskinan absolut bisa jadi tidak absolut menurut relatifitas kemiskinan dan cara hidup masyarakat lainnya.</p>
<p>Dalam kasus kemiskinan yang boleh jadi tidak dirasakan oleh masyarakat miskin itu sendiri, maka kita diminta untuk mundur sejenak dari definisi-definisi tentang kemiskinan yang selama ini ada. Boleh jadi program pengentasan kemiskinan malah mengarahkan mereka kepada kemiskinan da;am bentuk lainnya. Jangan sampai alih-alih membebaskan mereka dari kemiskinan finansial, kita kadung menjebloskan mereka ke kemiskinan religius, kemiskinan karakter, kemiskinan mental, kemiskinan budaya dan sejumlah ukuran psikometrik lainnya. Di titik inilah pemerintah, para elit sosial, Organisasi Zakat, LSM, dan pegiat kemiskinan lainnya dan diuji untuk memetakan kemiskinan secara tepat.</p>
<p>Pandangan tentang kemiskinan tak bisa tunggal. Semua teori tentang kemiskinan yang ada saat ini tak boleh memuaskan kita dan kemudian berhenti mendiagnosanya. Saya bahkan yakin bahwa problem kemiskinan bisa dipotret dengan membuat sebuah persamaan matematika sederhana yang tidak rumit namun dengan pembilang yang agregat. Saya mempercayainya mirip dengan konsep fraktal. Maka dengan begini kita akan dapat menyelasaikan problem yang terlihat rumit ini dengan lebih optimis. Untuk membuat persamaan matematika fraktal tentang kemiskinan ini Saya sendiri mungkin tak mampu menemukan persamaannya dengan cepat. Namun saya yakin seseorang akan menemukannya.</p>
<p>Ditulis oleh Moh. Arifin Purwakananta<br />
Dimuat di Republika Tanggal 15 Mei 2009</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=131&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2009/05/15/fraktal-kemiskinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Negeri Sampah, Pemulung adalah Pahlawan</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2008/11/06/di-negeri-sampah-pemulung-adalah-pahlawan/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2008/11/06/di-negeri-sampah-pemulung-adalah-pahlawan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 15:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Republika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[  Suatu kali saya sengaja datang untuk memandangi bangunan di bilangan Tunjungan Surabaya. Dulu bangunan itu bernama Hotel Orange, ketika tahun 1945 sejumlah pemuda Soerabaja dengan semangat anti penjahan mamanjat dari sisi luar gedung dan merobek bendera belanda, menyisakan merah putih dan mengereknya dengan iringan pekik merdeka. Heroisme pemuda Serabaja bukan hanya ada ditataran simbolisme, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=128&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0 0 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">Suatu kali saya sengaja datang untuk memandangi bangunan di bilangan Tunjungan Surabaya. Dulu bangunan itu bernama Hotel Orange, ketika tahun 1945 sejumlah pemuda Soerabaja dengan semangat anti penjahan mamanjat dari sisi luar gedung dan merobek bendera belanda, menyisakan merah putih dan mengereknya dengan iringan pekik merdeka. Heroisme pemuda Serabaja bukan hanya ada ditataran simbolisme, 10 November 1945 mereka mempertahankan setiap jengkal kedaulatan dengan airmata, darah bahkan nyawa. <span> </span>Konteks kepahlawanan kala itu ditorehkan pada momen pengorbanan terhebat dari setiap anak bangsa. <span> </span>Seakan pahlawan adalah mereka yang sudah mati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Hari ini konteks kepahlawanan mau-tidak mau harus berkembang. <span> </span>Bisa berminggu-minggu mendefinisikan kata pahlawan hari ini. Tak mudah juga menyepakati apa sebenarnya yang layak diperjuangkan oleh pahlawan. Apakah pahlawan adalah hanya pejuang nasionalisme, atau juga pejuang kemanusiaan, budaya, lingkungan hidup atau pejuang sosial misalnya. Tawaran redefinisi Pahlawan terjebak <span> </span>dalam kegamangan manakala<span>  </span>kita tak mampu memproyeksikan konteksnya dalam dinding kekinian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">Di zaman kapanpun pahlawan selalu menawarkan solusi sekaligus siap berkorban untuk pencapaian kemaslahatan bersama. Maka perjuangan pahlawan selalu konsisten. Dalam tolok ukur yang berbeda, pahlawan suatu kepentingan bisa jadi adalah sekaligus “penjahat” bagi kepentingan tertentu lainnya. Di sinilah konsistensi manjadi penting. Konsistensi memberi arti pada perjuangan sekecil apapun, menjadikannya lebih punya bobot.<span>  </span>Kekuatan konsistensi inilah yang jadi ragi bagi perjuangan-perjuangan kecil, merekatkan, menjadikannya komunitas kepahlawanan yang dibutuhkan bagi negeri ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Mari kita membumi.<span>  </span>Saya sering bertanya, apakah masih ada kepahlawanan di zaman kini, ketika tak ada yang rela bersusah payah member solusi yang disumbangkan untuk kepentingan umum, tak ada pengorbanan, dan<span>  </span>tak ada konsistensi.<span>  </span>Ini memang sedikit<span>  </span>hablur, tapi kita harus berani memilih jawaban.<span>  </span>Maka saya ingin mengajak kita semua member makna pahlawan kepada orang-orang kecil, mereka yang terpinggirkan, yang jadi residu sejarah. Bukan sentimental,<span>  </span>ini adalah sebuah keberpihakan.<span>  </span>Tak heran jika di negeri sampah maka pemulung adalah pahlawan.<span>   </span>Di negeri yang orang kayanya disusbsidi Negara, si miskin adalah pahlawan.<span>  </span>Di negeri yang semua makanannya adalah impor maka petani yang menanam padi adalah pahlawan. Di negeri yang semua dihitung serba angka dan uang ukurannya maka pahlawannya adalah lelaki tua yang berdzikir mendoakan kita semua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span><span style="font-family:Calibri;">Moh. Arifin Purwakananta<br />
Dimuat di Republika 7 November 2008</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span><span style="font-family:Calibri;">                </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=128&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2008/11/06/di-negeri-sampah-pemulung-adalah-pahlawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2 Judul Buku</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2008/10/06/2-judul-buku/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2008/10/06/2-judul-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 18:03:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Buku Gerakan Zakat untuk Indonesia yang diterbitkan oleh Dompet Dhuafa dan Khairul Bayan ini akhirnya dapat diselesaikan menjelang akhir Ramadhan 1429 H. Gerakan Zakat untuk Indonesia tumbuh dari manisfestasi aliansi strategis lembaga-lembaga NGO zakat dari Aceh hingga Indonesia Timur yang domitori oleh Dompet Dhuafa. Gerakan yang dilahirkan melalui Piagam Batam 2008 ini lahir sebagai bentuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=125&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku Gerakan Zakat untuk Indonesia yang diterbitkan oleh Dompet Dhuafa dan Khairul Bayan ini akhirnya dapat diselesaikan menjelang akhir Ramadhan 1429 H.</p>
<p>Gerakan Zakat untuk Indonesia tumbuh dari manisfestasi aliansi strategis lembaga-lembaga NGO zakat dari Aceh hingga Indonesia Timur yang domitori oleh Dompet Dhuafa. Gerakan yang dilahirkan melalui Piagam Batam 2008 ini lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap tatanan gerak perzakatan Indonesia yang mengalami stagnasi, sebagai upaya dinamisasi dan kontribusi terhadap perzakatan Indonesia. Gerakan Zakat untuk Indonesia bertekad mewujudkan masyarakat dinamis yang meneguhkan zakat sebagai nilai, budaya dan sistem. Untuk mewujudkan cita-cita gerakan tersebut, Gerakan Zakat untuk Indonesia menetapkan tiga strategi besar yaitu standarisasi, advokasi dan networking.</p>
<p>Demi terwujudnya arah gerakan dan cita-cita tersebut para pegiat Gerakan Zakat untuk Indonesia ini menumpahkan cita-cita, arah dan karyanya untuk memberikan warna bagi pengembangan zakat di Indonesia. Goresan semangat ini tertuang dalam lembaran buku yang ditulis oleh Moh. Arifin Purwakananta dkk atas nama Presidium Gerakan Zakat untuk Indonesia.</p>
<p>Buku yang di luncurkan oleh FOZ dan Dompet Dhuafa ini mengangkat isu-isu yang berkembang dalam Konferensi Zakat Asia Tengara ke-2 di Padang Akhir 2007 lalu. Buku yang ditulis dalam dua bahsa ini merupakan kumpulan pemikiran para praktisi zakat di asia tenggara dan beberapa tokoh dari luar asia tenggara. Buku yang dieditori oleh Moh. Arifin dan Noor Aflah ini mencantumkan pengantar dari DR. Hidayat Nurwahid, ketua MPR RI.<br />
Adalah sangat penting menggelorakan semangat zakat di Asia Tenggara. Ini dikarenakan Asia tenggara yang jumlah masyarakat mslimnya sangat besar, konon adalah diantara kawasan dunia yang paling maju pengelolaan zakatnya. Buku ini diharapkan dapat merekatkan pemikiran yang tercerai berai selama ini. Gerakan Zakat Asia Tenggara yang diusung bermula dari kelahiran Dewan Zakat Tahun 2006 di Kuala Lumpur. Dengan mencita-citakan zakat sebagai mainstream bagi sistem pengentsan kemiskinan dunia ini, gerakan ini terus bergulir hinga sekarang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=125&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2008/10/06/2-judul-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Momentum Krisis Eknomi Amerika</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2008/10/06/krisis-eknomi-amerika-runtuhnya-kapitalisme/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2008/10/06/krisis-eknomi-amerika-runtuhnya-kapitalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 17:44:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[krisis amerika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[  Amerika Serikat dirundung krisis ekonomi yang akut. Kiblat ekonomi dunia ini sedang berjuang mengjar ego keangkuhannya. Krisis  ini pun segera menyebar kepada seluruh jejaring negeri  Paman Sam ini, melalui virus dolar dan mitos modern tentang kejayaan ekonomi kapitalisme. Bagaimana Indonesia? Saya berharap dua hal. Yaitu kita cepat tersadar dan merubah kiblat ekonomi kemakmuran kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=120&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Amerika Serikat dirundung krisis ekonomi yang akut. Kiblat ekonomi dunia ini sedang berjuang mengjar ego keangkuhannya. Krisis <span> </span>ini pun segera menyebar kepada seluruh jejaring negeri <span> </span>Paman Sam ini, melalui virus dolar dan mitos modern tentang kejayaan ekonomi kapitalisme. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bagaimana Indonesia?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya berharap dua hal. Yaitu kita cepat tersadar dan merubah kiblat ekonomi kemakmuran kita pada teori-teori, ukuran-ukuran dan mazhab kapitalisme dan pertumbuhan ekonomi <span> </span>yang bagus untuk dipidatokan dan di cetak tebal-tebal laporannya. <span> </span>Mau coba alternatif system ekonomi islam?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hal kedua adalah segera membei vaksin kepada ekonomi rakyat agar tak berimbas krisis yang menggurita ini. Lalu apa itu ekonomi rakyat? Ya ekonomi riil yang dierakkan konsumsi rakyat. YakinlahkKita perlu segara menyetop konsumsi dari impor dan ajari rakyat menjadi konsumen produk bangsanya sendiri. Jika kita tak mungkin kendalikan pasar bebas, maka kendalikan komunikasi dan iklan media impor. Kita dapat memberi ruang seluasnya pada produk rakyat untuk beriklan di media TV. Ini akan memfungsikan metode yang sudah ada seperti <span> </span>permodalan dan sector social seperti zakat yang turut menopang kekokohan para ekonom kecil. <span id="more-120"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Profil konsumen Indonesia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perlu sebuah gerakan untuk mengubah pola konsumsi kita. Di sisi lain kita perlu menguatkan aspek produksi. Saya berharap kita dapat memfokuskan pada produk dengan nilai impor paling besar. Kita perlu membuat substitusi dengan produksi masal produk-produk tersebut dari tangan pribumi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita tak perlu mengandalkan penduduk kota yang kaya memulai gerakan ini, karena yang ada hanyalah perlawanan. Tak mudah melarang orang kota ke kafe. Maka yang perlu digerakkan adalah masyarakat umum di desa-desa. Kita berharap imbasnya di kota. Ini akan efektif bila gerakan ini disupport oleh media dan tangan besi pemimpin kepada oportinis politik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Politik Ekonomi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya <span> </span>meyakini Indonesia <span> </span>dengan potensi sebesar ini haruslah menjadi pemegang kendali bagi sumber daya dunia.<span>  </span>Kepemimpinan ekonomi kita yang lemah bukan karena kita kurang akal dan kalah negosiasi ekonomi, kita hanya belum mampu merekrut borokrasi yang anti korupsi dan membela kepentingan ummat diatas kepentingan diri dan keluarga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dengan menggeser isu ekonomi dari pertumbuhan menjadi isu distribusi, maka otomatis kemakmuran akan menjadi focus kita. Distriusi asset dan distribusi kemakmuran ini haruslah menjadi batu timbang bagi keberhailan ekonomi kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Siapa yang mau buat debat terbuka : Keruntuhan Kapitalisme dan Bangkitnya Ekonomi Distribusi?</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=120&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2008/10/06/krisis-eknomi-amerika-runtuhnya-kapitalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zakat Tidak Untuk Disalurkan</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2008/09/28/zakat-tidak-untuk-disalurkan/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2008/09/28/zakat-tidak-untuk-disalurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 01:06:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Ingat cerita Rasul SAW memberdayakan sahabatnya yang miskin? Kisah ini termasyhur dan jadi inpirasi bagi upaya memberdayakan kaum miskin, bahkan sampai sekarang. Dikisahkan, seorang Sahabat rasul mengadukan kondisi kehidupan dirinya yang tak berpunya. Untuk makan sehari-hari ia berkekurangan. Maka ia menghadap Rasul yang Mulia dan menceritakan apa yang terjadi padanya. Muhammad Rasulullah SAW [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=108&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Ingat cerita Rasul SAW memberdayakan sahabatnya yang miskin? Kisah ini termasyhur dan jadi inpirasi bagi upaya memberdayakan kaum miskin, bahkan sampai sekarang. Dikisahkan, seorang Sahabat rasul mengadukan kondisi kehidupan dirinya yang tak berpunya. Untuk makan sehari-hari ia berkekurangan. Maka ia menghadap Rasul yang Mulia dan menceritakan apa yang terjadi padanya.</p>
<p>Muhammad Rasulullah SAW segera tanggap dan bertanya. “Apa yang engkau miliki ya Sahabatku”. Barang yang berharga yang dimiliki sahabat ini hanyalah sebuah cangkir. Maka rasul segera melelang cangkir ini kepada sahabat lainnya.<span id="more-108"></span></p>
<p>“Wahai sahabatku, siapa yang kiranya mau membeli cangkir ini?” demikian beliau melelang barang. Beberapa sahabat menawar dan rasul menolak karena harganya belum dianggap pantas. Sejenak kemudian Rasul sepakat dengan sebuah harga untuk cangkir ini dan dijualnya.</p>
<p>Dan selanjutnya yang terjadi adalah Rasul SAW tak memberikan uang itu kepada sahabatnya yang membutuhkan untuk makan sehari-hari. Rasul meminta dana ini dibelikan sebuah kapak. Pada waktu itu kapak adalah sarana kerja bagi pencari kayu bakar, sebuah sumber energi untuk masak dan keperluan rumah tangga pada masa itu. Rasul meminta sahabat ini bekerja keras sampai memperoleh kehidupan dari bekerja. Dan Sahabatnya ini menaati sehingga mampu mendapatkan nafkah dengan bekerja.</p>
<p>Kisah sahabat dan kapak ini mengispirasi pemberdayaan kaum miskin dengan upaya memberikan aset produktif dan bukan uang konsumtif. Aset produktif adalah apa saja yang mempu dijadikan sarana bekerja dan berupaya mencapai penghasilan dan menjemput rizki dari Allah SWT. Bekerja adalah suatu yang mulia. Maka mendorong kaum miskin bekerja adalah mengembalikan kemuliaan mereka, menemukan sendiri rizki yang dijanjikan Allah SWT dengan upaya sendiri dan bukan meminta. Bukankah Allah SWT lebih mencintai umatnya yang kuat dibanding yang lemah.</p>
<p>Maka siapa bilang zakat harus disalurkan. Istilah “disalurkan” ini sudah menjebak kita. Maka terjadi pembagian amplop zakat di mana-mana. Alih-alih disalurkan, maka yang terjadi benar-benar dibagi-bagi dan disebarkan. Lalu buat apa ada Amil, sebuah profesi yang dicantumkan oleh Allah SWT di Al Qur’an. Peran strategis Amil adalah mengubah sumber dana zakat menjadi aset produktif untuk mengubah kemiskinan menjadi kemakmuran.</p>
<p>Zakat yang jadi kewajiban setiap kaum muslim yang mampu harus dihimpun, dikelola, dan didayagunakan semaksimal mungkin oleh para pengelola zakat agar menjadi aset produktif bagi kaum dhuafa. Zakat, infaq/Sedekah dan waqaf dapat juga dimanfaatkan sebagai social security system untuk menjamin pemenuhan hak dasar manusia semisal hak hidup, kesehatan, pendidikan dan sebagainya yang berupa kewajiban kifayah, kewajiban jama’i.</p>
<p>Saya percaya dengan peningkatan kualitas lembaga-lembaga zakat, kaum muslimin sudah mulai memahami bagaimana seharusnya zakat didayagunakan. Maka jangan heran kepercayaan publik kepada lembaga-lembaga zakat terpercaya di Indonesia terus meningkat, mencapai 30% setiap tahunnya. Artinya semakin sadar para muzaki memahami bahwa zakat bukan sekadar untuk disalurkan, tapi didayagunakan untuk mengangkat harkat umat.<br />
<em><br />
Moh. Arifin Purwakananta, Direktur Program Dompet Dhuafa, Ketua Presidium Gerakan Zakat untuk Indonesia</em></p>
<p><em>Sumber : Detik.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=108&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2008/09/28/zakat-tidak-untuk-disalurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zakat dan Peta Pengentasan Kemiskinan</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2008/09/24/zakat-dan-peta-pengentasan-kemiskinan/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2008/09/24/zakat-dan-peta-pengentasan-kemiskinan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 09:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/2008/09/24/zakat-dan-peta-pengentasan-kemiskinan/</guid>
		<description><![CDATA[Malang benar Indonesia ini. Negara ini sebagian besar rakyatnya mempercayai zakat sebagai suatu sistem penting untuk pengentasan kemiskinan &#8211; dan juga sangat gemar berzakat &#8211; namun keyakinan ini tak nyambung dengan keyakinan negara. Zakat adalah wacana kesalehan., wacana peribadatan dan belum menjadi pemikiran pembanguan sosial apalagi sebagai diskursus ekonomi. Dalam peta pengentasan kemiskinan zakat mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=107&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malang benar Indonesia ini. Negara ini sebagian besar rakyatnya mempercayai zakat sebagai suatu sistem penting untuk pengentasan kemiskinan &#8211; dan juga sangat gemar berzakat &#8211; namun keyakinan ini tak nyambung dengan keyakinan negara. Zakat adalah wacana kesalehan., wacana peribadatan dan belum menjadi pemikiran pembanguan sosial apalagi sebagai diskursus ekonomi. Dalam peta pengentasan kemiskinan zakat mungkin cuma pelipur lara.<span id="more-107"></span><br />
Banyak kita tak sempat menggali ajaran Zakat. Tak heran banyak yang tak mengerti zakat. Kita tahu sebatas kewajiban zakat yang 2,5 persen. Bagaimana zakat dikumpulkan, bagaimana zakat di administrasikan dan didistribusikan tak menjadi penting bagi kita. Bayangkan kebijakan strategis Rasulullah ketika membentuk tim Amilin yang berkembang kemudian menjadi baitul maal. Bayangkan juga bagaimana zakat (juga infaq, sedekah, wakaf dll) dihimpun dan didayagunakan untuk pembangunan negara dan dakwah pada masa itu. Kita sering dengar tentang kisah zakat di zaman Umar Bin Abdul Aziz yang fenomenal itu.<br />
Istilah penyaluran zakat sangat menjebak. Karena akhirnya zakat benar-benar disalurkan dan didistribusikan dalam bentuk uang zakat itu sendiri. Lihatkah budaya memberikan amplop uang zakat. Padahal ditetapkannya Amil Zakat adalah untuk memetakan, merencanakan, mengembangkan dan memberdayakan zakat sebagai suatu komponen sumberdaya yang akan memakmurkan ummat. Jadi zakat memang harus didayagunakan, bukan sekedar disalurkan. Karena targetnya adalah memberdayakan, bukan sekedar keterampilan mendata si miskin, adalah penting memahami anatomi kemiskinan dan menemukan obat bagi penyakit sosial ini. Zakat harus di arsiteki secara terpadu bersama kekuakan pembangunan umat lainnya seperti sektor keuangan, perdagangan, permodalan, asuransi, pariwisata dll. Jadi zakat tak tunggal sebagai obat bagi kemiskinan. Ia harus holistic. Makanya butuh kebijakan kepimimpinan dan aturan yang cantik dan memberdayakan.<br />
Ajaran zakat membuat kondisi kesalehan ummat maneingkat karena zakat mengajak kita semua mengaitkan kehidupan keseharian kita dengan kawajiban dan penglihatan Allah Swt. Tijaroh dan semua sektor pekerjaan rakyat kita dihitung dengan mengaitkannya dengan kewajiban zakat dan anjuran peduli kepada orang lain. Maka kondisi ini menciptakan kesalehan ummat. Jangankan mengurangi timbangan atau kecurangan perdagangan lainnya, dari keuntungan halalpun kita diharapkan menyisihkannya buat mereka yang tidak berpunya. Budaya zakat akan membentuk budaya bersih dan adil.<br />
Zakat juga adalah sumberdaya yang tak kunjung henti. Selama kewajiban zakat masih ada, maka zakat adalah sumber daya abadi sampai hari kiamat. Namun keabadian zakat tak berbanding lurus dengan jaminan kecemerlangan zakat. Tiga unsur zakat yaitu muzakki, mustahik (asnaf) dan Amil adalah penentu zakat berdaya atau tidak. Maka kesuksesan zakat harus serius diupayakan bukan ditunggu atau sekedar dimpikan.<br />
Lalu sudahkan kita ada dalam barisan pendukung konsep zakat?</p>
<p>Moh. Arifin Purwakananta<br />
Direktur Program Dompet Dhuafa<br />
Ketua Persidium gerakan Zakat Untuk Indonesia<br />
Ketua Umum Humanitrian Forum Indonesia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=107&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2008/09/24/zakat-dan-peta-pengentasan-kemiskinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Korban Pembagian Zakat</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2008/09/16/korban-pembagian-zakat/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2008/09/16/korban-pembagian-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 04:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/2008/09/16/korban-pembagian-zakat/</guid>
		<description><![CDATA[Tragedi meninggalkan 21 Orang masyarakat miskin di Pasuruan sangat mengenaskan. Sebagai seorang yang 9 ini bergelut di dunia zakat, in sangat memukul. Zakat harusnya menghidupkan bukan mematikan. Zakat harusnya menyuburkan kehidupan bukan menegasikan kehidupan.   Tragedi ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang menginginkan dana zakat an mengetahui kebiasaan membagi zakat. Sehingga jumlah pemohon zakat membluak dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=106&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tragedi meninggalkan 21 Orang masyarakat miskin di Pasuruan sangat mengenaskan. Sebagai seorang yang 9 ini bergelut di dunia zakat, in sangat memukul. Zakat harusnya menghidupkan bukan mematikan. Zakat harusnya menyuburkan kehidupan bukan menegasikan kehidupan.</span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tragedi ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang menginginkan dana zakat an mengetahui kebiasaan membagi zakat. Sehingga jumlah pemohon zakat membluak dan tak biosa dikontrol.</span> <span id="more-106"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Saya mencermati analisis dialog di TV baru-baru ini mangatakan bahwa salah satu penyebab orang kaya membayarkan zakat secara langsung adalah kurangnya kepercayaan masyarakat kepada badan amil zakat yang ada. Saya sendiri melihat ada beberapa hal yang patut kita perhatikan.</span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span> </span></span></p>
<h1 style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kemiskinan</span> </span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kemiskinan Indoensia ada dilapisan terbawahnya. Dan ini setiap tahun tak juga pupus. Angka statistik kemiskinan diragukan untuk melihat jumlah si miskin sebenarnya. Kamiskinan ini tersebra di desa dan kota. Zakat saja tak mampu mengatasi kemiskinan. Kemiskinan harus ditumpas dengan kebijakan holistic dan keberpihakan kepada masyarakat banyak, bukan saja pada pemodal. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span> </span></span></p>
<h1 style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Pandangan Fikih</span> </span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Fikih zakat di Indonesia masih membolehkan muzakki membayar langsung ke masyarakat. Ini juga adalah tradisi masyarakat islam. Namun dalam kondisi tidak normal seperti ini tradisi membagikan zakat langsung akan sangat berbahaya. Membayarkan zakat kepada lembaga belum menjadi suatu kewajiban.</span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span> </span></span></p>
<h1 style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kelembagaan</span> </span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Pemerintah melalui Badan Amil Zakat belum berperan maksimnal. Dengan luasnya wilayah republik ini dan ketidak berdayaan penangannnya zakat belum ditangani maksimal.<span>  </span>Malahan Peran swasta berupa Lembaga Amil Zakat lebih maju dalam pengelolaan zakat. Walau sudah bisa disyukuri model kelembagaan ini pun tak mampu menjaring seluruh wilayah kemiskian Indonesia. Dengan kepercayaan yang minim pada negara, pemberdayaan zakat tetap harus melibatkan rakyat. </span></span></span></p>
<h1 style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span> </span></span></h1>
<h1 style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Aturan Pengelolaan Zakat</span> </span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Aturan pengelolaan zakat harus memberdayakan seluruh potensi pengembangan zakat. Negara jharus menumbuhkan peran publikd alam pengelolaan zakat, sekaligus mengawasi, mengkordinir, menjewer lembaga-lembaga zakat yang nakal. Dengan demikian masyarakat tetap nyaman berzakat tanpa kehilangan kepercayaannya dan zakat dapat dioptimalkan oleh lembaga-lembaga amiol zakat.</span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Moh. Arifin Purwakananta</span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ketua Presidium Gerakan Zakat Indonesia</span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">0818152007</span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/purwakananta.wordpress.com/106/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/purwakananta.wordpress.com/106/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=106&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2008/09/16/korban-pembagian-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalang Anarkisme Mahasiswa</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/26/dalang-anarkisme-mahasiswa/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/26/dalang-anarkisme-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 13:15:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Anarkisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Saya percaya sebuah gerakan sosial adalah produk dari sebuah rekayasa sosial. Rekayasa sosial ini bisa saja rekayasa oleh mekanisme alami atau melalui semacam operasi caesar.  Maka hipotesa tentang keberadaan dalang anarkisme mahasiswa adalah gagasan biasa dan lumrah. Tak ada yang hebat dari pernyataan pimpinan BIN tentang adanya dalang dibalik anarkisme mahasiswa beberapa waktu lalu. Lumrah bin logis. Namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=103&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya percaya sebuah gerakan sosial adalah produk dari sebuah rekayasa sosial. Rekayasa sosial ini bisa saja rekayasa oleh mekanisme alami atau melalui semacam operasi caesar.  Maka hipotesa tentang keberadaan dalang anarkisme mahasiswa adalah gagasan biasa dan lumrah. Tak ada yang hebat dari pernyataan pimpinan BIN tentang adanya dalang dibalik anarkisme mahasiswa beberapa waktu lalu. Lumrah bin logis. Namun tetap saja penting bagi kita orang awam yang cepat lupa.<span id="more-103"></span></p>
<p>Maka untuk memahami gerakan anarkisme kita perlu merunut sosiologi gerakan mahasiswa.  Karena rekayasa memerlukan ide atau nilai, sumber daya, struktur dan  bangunan serta budaya, maka menemukan dalang sebuah rekayasa sosial sebenarnya tidaklah terlalu rumit.</p>
<p>Dalam sejarah peradaban, sebuah rekayasa sosial tidak pernah anoname. Gerakan-gerakan besar selalu mengusung nilai besar yang diproduksi oleh orang-orang besar. Bahkan gerakan preman kelas kampung saja selalu bisa disebut nama kepala Gank nya.</p>
<p>Lalu siapa yang jadi insinyur gerakan anarki mahasiswa? Apakah penting bagi kita mencari dalang pembakaran, perusakan dan kerusuhan oleh mahasiswa? Jawabannya tergantung seberapa besar kita mau investasi energi untuk merekonstruksi rekayasa sosial ini. Anda berminat?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/purwakananta.wordpress.com/103/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/purwakananta.wordpress.com/103/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=103&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/26/dalang-anarkisme-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Ceplok Telor</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/26/mahasiswa-ceplok-telor/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/26/mahasiswa-ceplok-telor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 12:44:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa ceplok telor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Republika, 27 Juni 2006   Tanpa ingin menyederhanakan masalah, menurut saya paling sedikit ada tiga masalah dasar pendidikan kita, &#8211; dan juga bagi kebanyakan negara berkembang lainnya -  yaitu sistem pendidikan, kualitas guru dan institusi pendidikan serta pemerataan pendidikan. Saya menyebutnya segitiga elevasi pendidikan. Kalau kita mampu memecahkan  reaksi atom dari tiga kutubnya dan menyeimbangkannya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=100&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Republika, 27 Juni 2006</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tanpa ingin menyederhanakan masalah, menurut saya paling sedikit ada tiga masalah dasar pendidikan kita, &#8211; dan juga bagi kebanyakan negara berkembang lainnya -<span>  </span>yaitu sistem pendidikan, kualitas guru dan institusi pendidikan serta pemerataan pendidikan. Saya menyebutnya segitiga elevasi pendidikan. Kalau kita mampu memecahkan <span> </span>reaksi atom dari tiga kutubnya dan menyeimbangkannya, maka rakyat kita yang jumlahnya 200 jutaan ini akan punya komposisi ideal yang akan menopang kemajuan Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Sistem pendidikan nasional<span>  </span>sejak lahirnya UU No. 2 tahun 1989 tak pernah kunjung memuaskan kita semua. Bahkan kelahirannya juga mendapat pro kontra waktu itu. Sederet masalah timbul akibat sulit mengurai benang kusut pendidikan Indonesia. Perdebatan tentang perlu tidaknya ujian nasional manjadi salah satu contohnya. Dan masih ada sederet persoalan lainnya. Lebih parah lagi, belum sempurnanya sistem pendidikan kita tak memicu kita untuk bebenah serius soal pendidikan kita. Jangankan meningkatkan, menjalankan amanah anggaran pendidikan seperti pemenuhan 20% dari anggaran negara saja kita masih belum <em>mudeng</em>. Belum lagi bicara pendidikan kita yang cenderung membuat siswa cuma mengembangkan otak kiri sehinga lambat laun daya cipta kreasi dan budidaya bangsa – yang notabene dikembangkan oleh pendidikan yang merancang kemewahan pendidikan otak kanan – makin tumpul dan mati. Pantas akhirnya untuk membuat peniti pun kita tak tahu lagi caranya dan harus impor. Lihatlah untuk membuat rakyat pintar berapa persen jumlah sekolah yang dikawal penuh negara ini, dan berapa yang hanya mengandalkan kepedulian orang-perorang dan yayasan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Bergesernya guru dan institusi sekolah kita menjadi lebih <em>business like</em> ketimbang nuansa nilai kejuangan dan semangat mengembangkan peradaban adalah puncak dari budaya materi yang dianut bangsa ini. Pendidikan hanyalah semacam industri. Maka anak sekolah diluluskan bagai produk cetakan, mahasiswa bagai ceplok telor. Ceplok telor yang lulus adalah yang sesuai dengan ceplok telor contohnya, yang tak sesuai dianggap tak lulus dan dibuang atau dianggap bukan produk sekolah. Paradigma ceplok telor ini telah menurunkan <em>grade</em> kualifikasi guru yang harusnya bukan cuma tukang cetak. Semua orang bisa jadi guru, meski bukan punya kualifikasi pemandu bakat dan pengembang kepribadian anak didik. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Maka survivalisme masyarakat menghadapi mahalnya sekolah membuahkan dampak yang luar biasa. Prosentasi penduduk yang bisa sekolah dengan layak amat sedikit. Tidak meratanya fasilitas pendidikan desa dan kota<span>  </span>tak pernah disadari oleh kita. Maka si miskin tak pernah bisa mengenyam pendidikan kelas satu. Pendidikan yang sudah sangat minimalis ini tidak pula merata. Kita memang mengirim dan memenangkan olimpiade sekolah dan mahasiswa, tapi silakan cek latar belakang mereka. Berapa persen dari mereka yang benar-benar mewakili “rakyat”. Lalu kita kehilangan kesempatan anak Indonesia beberapa generasi lagi jika tak ada gagasan berani tentang revolusi pendidikan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Inilah pendidikan kita. Pendidikan model ini yang melahirkan kita dan juga para pemimpin kita sekarang. Tak heran kita akan menyaksikan siswa kita memamerkan dan saling tukar foto dan video bersama pacar mereka melalui ponsel. Jangan heran menyaksikan kebijakan pemerintah yang tak pintar dan makin menyengsarakan. Jangan juga heran menyaksikan peragaan siaran langsung anarkisme oleh mahasiswa ceplok telor kita. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ditulis oleh : Moh. Arifin Purwakananta</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/purwakananta.wordpress.com/100/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/purwakananta.wordpress.com/100/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=100&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/26/mahasiswa-ceplok-telor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dewan Zakat Asia Tenggara Siap Dibentuk</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/dewan-zakat-asia-tenggara-siap-dibentuk/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/dewan-zakat-asia-tenggara-siap-dibentuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 11:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Zakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Pengelolaan zakat Asia Tenggara ditujukan untuk mewujudkan Baitulmal internasional.   KUALA LUMPUR-[14/03/2006] -Praktisi zakat di Asia Tenggara siap membentuk Dewan Zakat Asia Tenggara (DZAT). Lembaga ini diharapkan bisa mengoptimalkan pemanfaatan zakat untuk mengurangi penduduk miksin di tanah Serantau. Persidangan untuk melahirkan Dewan Zakat Asia Tenggara itu digelar di Kuala Lumpur. Diikuti oleh wakil pemerintah, pengelola [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=96&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span class="teks_artikel"><br />
<strong>Pengelolaan zakat Asia Tenggara ditujukan untuk mewujudkan Baitulmal internasional. </strong></span></div>
<p><span class="teks_artikel"> </p>
<p></span></p>
<p>KUALA LUMPUR-<strong>[14/03/2006]</strong> -Praktisi zakat di Asia Tenggara siap membentuk Dewan Zakat Asia Tenggara (DZAT). Lembaga ini diharapkan bisa mengoptimalkan pemanfaatan zakat untuk mengurangi penduduk miksin di tanah Serantau.</p>
<p>Persidangan untuk melahirkan Dewan Zakat Asia Tenggara itu digelar di Kuala Lumpur. Diikuti oleh wakil pemerintah, pengelola zakat dan pendidik, konferensi zakat Asia Tenggara ini dibuka kemarin di Hotel Grand Seasons, Kuala Lumpur Malaysia. Acara tiga hari itu dihadiri perwakilan dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Selain itu, juga hadir sebagai undangan utusan dari Thailand, Filipina, Vietnam dan Laos.</p>
<p>M Arifin Purwakananta, Direktur Institut Manajemen Zakat (IMZ) yang hadir pada pertemuan itu menjelaskan semula sidang pertama akan dibuka oleh PM Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi. &#8216;Namun karena berhalangan diwakili Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Abdulah MD Zain.&#8217; Dari Indonesia tampak hadir Menteri Agama Republik Indonesia, Maftuh Basyuni, Duta Besar RI di Malaysia, Lembaga-lembaga Amil Zakat (LAZ), dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).<br />
<span id="more-96"></span><br />
Menurut Arifin, pertemuan itu merupakan awal deklarasi terbentuknya Dewan Zakat Asia Tenggara. Dewan Zakat Asia Tenggara lahir dalam rangka mengurangi penduduk miskin. Zakat adalah instrumen yang bisa mengurangi kemiskinan.</p>
<p>Selain itu, konferensi zakat ini berlangsung menyusul pesatnya pertumbuhan zakat dan lembaganya di kawasan Serantau ini. &#8216;Berbagai organisasi zakat yang tumbuh di negara ASEAN selama 10 tahun terakhir telah menggelorakan ranah zakat di wilayah serantau,&#8217; katanya dalam siaran pers yang diterima Republika kemarin.</p>
<p>Dewan Zakat Asia Tenggara (DZAT), kata Arifin, merupakan wadah berhimpunnya tokoh dan pelaku zakat di Asia Tenggara. Dewan ini akan berisikan orang-orang yang memahami persoalan zakat dari masing-masing negara. Peran yang diharapkan dari Dewan ini antara lain adalah, menjadi rujukan dalam memutuskan seputar permasalahan zakat di tingkat regional, baik dalam hal fikih maupun manajemen, melakukan standardisasi kompetensi pengelola zakat, baik pada level amil, maupun manajemen organisasi, melakukan kajian dan penelitian dalam rangka pengembangan zakat di Asia Tenggara serta menggelar seminar dan kerja sama pemanfaatan zakat.</p>
<p>Pengembangan Zakat Perlu Sinergi</p>
<p>Arifin menjelaskan meskipun pengelolaan zakat mulai berkembang, tapi belum disertai dengan sinergi yang baik. Melihat potensi tumbuhnya pengelolaan zakat, Dompet Dhuafa Republika (DD) menginisiasi pembentukan Dewan Zakat Asia Tenggara.</p>
<p>Ide ini respons dari pemerintah Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunai Darussalam. Selama proses persiapan pembentukan Dewan Zakat Asia Tenggara ini dirumuskan di Kuala Lumpur Malaysia.</p>
<p>Anggota dari tim perumus ini meliputi Indonesia diwakili oleh, Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa, Departemen Agama dan Institut Manajemen Zakat (IMZ). Dari Malaysia diwakili Jabatan Wakaf Zakat dan Haji (JWZH) mewakili kerajaan Malaysia, Pusat Pungutan Zakat Wilayah Persekutuan (PPZ Wilayah Persekutuan), Institut Kajian Zakat Malaysia (IKaZ), dan UiTM. Sementara dari Singapura diwakili Majelis Agama Islam Singapura (MUIS), dan Brunai Darusalam diwakili Majelis Agama Islam Brunai Darussalam (MUIB).</p>
<p>&#8216;Sebagai inisiator, Dompet Dhuafa berharap keberadaan Dewan Zakat ini akan dapat menghimpun persatuan institusi pengelola zakat di Asia Tenggara,&#8217; ujarnya menambahkan.</p>
<p>sumber : pasarmuslim.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/purwakananta.wordpress.com/96/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/purwakananta.wordpress.com/96/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=96&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/dewan-zakat-asia-tenggara-siap-dibentuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan dari Silaknas DD di Bali</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/catatan-dari-silaknas-dd-di-bali/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/catatan-dari-silaknas-dd-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 11:53:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/catatan-dari-silaknas-dd-di-bali/</guid>
		<description><![CDATA[Wednesday, January 02, 2008   UDARA sejuk Danau Beratan Kabupaten Tabanan Bali menjadi saksi bagi sekumpulan aktifis zakat se-Indonesia yang tergabung di jejaring Dompet Dhuafa (DD) Republika. Mereka berkumpul merumuskan strategi gerakan zakat di Indonesia yang lebih menyentuh kehidupan. Hasil penting apa yang dirumuskan dalam acara Seminar dan Lokakarya Nasional (Silaknas) Dompet Dhuafa Republika, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=95&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="date-header"><span style="font-size:x-small;color:#999999;">Wednesday, January 02, 2008</span></span></p>
<div class="post-body">
<p> </p>
<div><a href="http://bp1.blogger.com/_MerqW-G_zRY/R5Q1jXFqRoI/AAAAAAAAAHQ/q2-HeEmfz9Q/s1600-h/silaknas2.jpg"><img style="float:left;width:201px;cursor:hand;height:98px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp1.blogger.com/_MerqW-G_zRY/R5Q1jXFqRoI/AAAAAAAAAHQ/q2-HeEmfz9Q/s400/silaknas2.jpg" border="0" alt="" width="221" height="118" /></a><span style="font-family:arial;"><strong>UDARA</strong> sejuk Danau Beratan Kabupaten Tabanan Bali menjadi saksi bagi sekumpulan aktifis zakat se-Indonesia yang tergabung di jejaring Dompet Dhuafa (DD) Republika. Mereka berkumpul merumuskan strategi gerakan zakat di Indonesia yang lebih menyentuh kehidupan.<br />
Hasil penting apa yang dirumuskan dalam acara Seminar dan Lokakarya Nasional (Silaknas) Dompet Dhuafa Republika, yang berlangsung di Wisma Bedugul, 27-29 November tersebut, dan seperti apa suasananya. Berikut sajian lengkapnya untuk Anda.</p>
<div class="fullpost">
Mengambil tema <em>“Zakat untuk Kehidupan”</em> Silaknas Gerakan Zakat Indonesia yang digelar Dompet Dhuafa (DD) Republika ini merupakan momen tahunan yang muaranya untuk meningkatkan kualitas lembaga pengelola zakat di samping merumuskan strategi pengelolaan zakat terkait dinamika keumatan.<br />
<span id="more-95"></span><br />
Mengawali rangkaian acara, peserta seminar yang terdiri dari lembaga amil zakat jejaring DD Republika dan LAZ yang ada di Bali mendapat ”pencerahan” dari pakar zakat Indonesia yang juga Wali Amanah Dompet Dhuafa Republika, Houtman Z Arifin selaku keynotes speaker.<br />
Kepada peserta, Houtman banyak menjelaskan aspek-aspek filosofis pengelola zakat. Melalui cerita-cerita dan pengalaman pribadinya, Houtman menyentuh empati praktisi zakat. Bahwa, mengelola zakat bukan sekadar mengumpulkan uang umat, namun lebih jauh merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan dan penuh risiko.<br />
Houtman menilai, sejauh ini gerakan zakat di Indonesia sudah mengalami banyak kemajuan. Buktinya angka penerimaan zakat cenderung mengalami kenaikan. Lembaga amil zakat juga bertumbuhan. Namun sayang, Houtman memandang, kemajuan itu hanya sebatas fisik semata. ”Saya masih melihat kemajuan dari sisi fisiknya. Namun yang lebih penting dari itu adalah kemajuan dari ruh pengelola dan pengelolaan zakat,” ujarnya.<br />
<a href="http://bp0.blogger.com/_MerqW-G_zRY/R5Q1FHFqRnI/AAAAAAAAAHI/00JiojIpSxs/s1600-h/silaknas1.jpg"><img style="float:left;width:195px;cursor:hand;height:115px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp0.blogger.com/_MerqW-G_zRY/R5Q1FHFqRnI/AAAAAAAAAHI/00JiojIpSxs/s400/silaknas1.jpg" border="0" alt="" width="222" height="133" /></a>Menurut Houtman, pengelolaan zakat jangan hanya sekadar gerakan karena sifatnya hanya ritual semata. Houtman juga masih melihat adanya kelemahan yang cukup mendasar pada pengorganisasian lembaga pengelola zakat. Baginya, organisasi pengelola zakat, masih harus senantiasa meningkatkan kapasitas melalui beragam cara yang kreatif. ”Pertemuan semacam Silaknas seperti ini sangat positif untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas organisasi pengelola zakat,” tambahnya.<br />
Sebelumnya, saat membuka acara, M Arifin Purwakananta dari DD Republika, juga sempat menyinggung adanya kelemahan dari regulasi zakat di Indonesia. Menurut dia, isu sentral yang tengah berkembang saat ini adalah adanya keinginan untuk mengamandemen Undang-Undang No 38 / 1999 tentang zakat.<br />
”Saya memandang regulasinya masih carut marut. Kita belum ada kata sepakat jika Undang-undang tersebut diamandemen, kemudian bentuknya seperti apa. Mau dibuat seperti apa LAZ-LAZ. Boleh saja dibubarkan, namun sebagai gantinya apa dan bagaimana itu juga musti dipikirkan,” paparnya.<br />
Lantas bagaimana komentar tokoh umat di Bali berkait gelaran Silaknas zakat ini. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, Hasan Ali, meyakini Silaknas ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan gerakan zakat di Indonesia, demikian juga di Bali.<br />
Hasan Ali mengemukakan, Silaknas semacam ini akan mendorong masyarakat untuk lebih menggerakan zakat sebagai sebuah potensi sehingga bisa menjawab persoalan ekonomi umat yang sejauh ini belum terselesaikan.<br />
”Ini sebuah lompatan yang bagus bagi gerakan zakat di Indonesia. Dan saya yakin gerakan seperti ini juga akan dirasakan di Bali. Di Bali sendiri gerakan zakat sudah menunjukkan kebangkitan tinggal bagaimana mengelolanya sehingga lebih efisien dirasakan umat,” paparnya.**Madani Bali</div>
<p></span></div>
<div><span style="font-family:arial;"></p>
<div class="fullpost">sumber :alimmadi.blogspot.com</div>
<p></span></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/purwakananta.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/purwakananta.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=95&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/catatan-dari-silaknas-dd-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_MerqW-G_zRY/R5Q1jXFqRoI/AAAAAAAAAHQ/q2-HeEmfz9Q/s400/silaknas2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_MerqW-G_zRY/R5Q1FHFqRnI/AAAAAAAAAHI/00JiojIpSxs/s400/silaknas1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>DD Terus Dampingi Warung Udix</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/dd-terus-dampingi-warung-udix/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/dd-terus-dampingi-warung-udix/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 11:46:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Warunk Udix]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[DD Online &#8211; Dompet Dhuafa 12/02/2001 – sesuai dengan komitmennya – tidak akan memberikan sesuatu kepada dhuafa kemudian ditinggal pergi begitu saja tanpa adanya pembinaan dan pengawasan. Setelah ‘memberi-pinjamkan’ sebuah rumah kepada Warung Udik (Sebuah komunitas anak jalanan di Pulo Gadung), kini DD tengah merancang konsep pendampingan bagi mereka. Kepala Divisi PSDM, Arifin Purwakananta mengatakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=94&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DD Online</strong> &#8211; Dompet Dhuafa <span style="font-size:x-small;">12/02/2001</span> – sesuai dengan komitmennya – tidak akan memberikan sesuatu kepada dhuafa kemudian ditinggal pergi begitu saja tanpa adanya pembinaan dan pengawasan. Setelah ‘memberi-pinjamkan’ sebuah rumah kepada Warung Udik (Sebuah komunitas anak jalanan di Pulo Gadung), kini DD tengah merancang konsep pendampingan bagi mereka.</p>
<p>Kepala Divisi PSDM, <strong>Arifin Purwakananta</strong> mengatakan hal itu di sela-sela kesibukannya Kamis (8/2) di kantor DD. Pendampingan -katanya- bertujuan untuk memberikan ‘rel’ kepada mereka agar tidak keluar dari norma-norma, etika, dan prilaku sebagai manusia sewajarnya. <span id="more-94"></span>Strateginya, DD akan menunjuk seorang pendamping yang berfungsi memberikan arahan dan motivasi bahwa mereka tidak selamanya menjalani hidup sebagai anak jalanan. Mereka didorong untuk merubah nasibnya. “Selain itu pendamping juga bertugas menumbuhkan dan menjaga nilai-nilai yang sejalan dengan universalitas Islam,” ujarnya.</p>
<p>Arifin meminta agar Warung Udik mengajukan satu/dua nama calon pendamping, kemudian DD akan menyeleksi dan menunjuk satu orang terbaik. “Prosedur ini ditempuh agar Warung Udik proaktif dan merasakan pentingnya pendampingan. Selain itu pendamping nantinya adalah orang yang dikenal baik dan dipercaya oleh komunitas tersebut,” tuturnya.</p>
<p>Namun DD mempunyai kriteria-kriteria tertentu, antara lain; pendamping harus mempunyai integritas kepribadian yang baik, suka kesenian, dan biasa berkomunikasi dengan kalangan bawah. “Dalam waktu 2 pekan Warung Udik akan mengajukan nama-nama calon pendamping,” jelas Arifin. (Ann)</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><!-- #EndEditable -->sumber : <a href="http://www.dompertdhuafa.or.id">www.dompertdhuafa.or.id</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/purwakananta.wordpress.com/94/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/purwakananta.wordpress.com/94/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=94&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/dd-terus-dampingi-warung-udix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumah Terampil</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/rumah-terampil/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/rumah-terampil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 11:43:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah terampil]]></category>
		<category><![CDATA[Singgalang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Satu Solusi Mengurangi Pengangguran di Kalangan Dhuafa JIKA pengangguran dan kemiskinan merupakan persoalan bersama, maka solusi untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan tersebut tentulah harus menjadi tanggung jawab bersama pula. Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab itu, Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) di tahun 1429 H ini, mendirikan Rumah Terampil atau Rute yang mencita- citakan terciptanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=93&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Satu Solusi Mengurangi Pengangguran di Kalangan Dhuafa</p>
<p></strong>JIKA pengangguran dan kemiskinan merupakan persoalan bersama, maka<br />
solusi untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan tersebut<br />
tentulah harus menjadi tanggung jawab bersama pula. Sebagai salah<br />
satu bentuk tanggung jawab itu, Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) di<br />
tahun 1429 H ini, mendirikan Rumah Terampil atau Rute yang mencita-<br />
citakan terciptanya tenaga terampil dari kalangan dhuafa.</p>
<p>Rute dicetuskan mengingat masih tingginya angka kemiskinan dan<br />
pengangguran di Indonesia dan Sumbar khususnya. Apalagi, pengangguran<br />
dan kemiskinan masih menjadi dua masalah besar yang tak kunjung<br />
selesai. Karena persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada<br />
persoalan ekonomi, tapi juga pada efek-efek lainnya, seperti<br />
bertambahnya angka kriminalitas, mengancam stabilitas sosial dan lain-<br />
lain.<span id="more-93"></span><br />
Di Kota Padang sendiri, terdapat sekitar 8.138 tamatan SMP dan SMA<br />
sederajat yang belum mendapatkan pekerjaan atau menganggur.<br />
Karenanya, DDS mencoba membuat model solusi dengan mendirikan Rumah<br />
Terampil bagi pemuda putus sekolah dan pengangguran. Kegiatannya<br />
dengan memberikan bentuk keterampilan yang disesuaikan dengan yang<br />
dibutuhkan pasar kerja saat ini, seperti keterampilan perbengkelan.<br />
Rute lebih memprioritaskan bagi masyarakat dhuafa serta yang belum<br />
bekerja atau pengangguran. Dengan keterampilan yang diberikan,<br />
bukannya tidak mungkin mereka yang selama ini tidak bekerja, bisa<br />
menjadi seorang wiraswasta yang memiliki usaha sendiri.<br />
Program pemberdayaan yang berbasis zakat ini menargetkan bisa<br />
meluluskan 100 orang dhuafa untuk bisa bekerja atau berwira  usaha<br />
secara mandiri. Dan, sesuai targetnya, maka peserta harus memenuhi<br />
kriteria tidak bekerja alias pengangguran dan memiliki minat besar<br />
untuk belajar.<br />
Rute merupakan sebuah program DDS yang dikerjasamakan dengan mitra<br />
yang berbasis kewirausahaan. Program ini rencananya dilakukan selama<br />
lima bulan. Dan, untuk setiap angkatan diikuti oleh maksimal 20 orang<br />
dengan proporsi laki-laki 10 orang dan perempuan 10 orang.<br />
Pelaksanaan program akan dilakukan dalam 3 tahap, yaitu   satu bulan<br />
motivation training, dua bulan skill training dan dua bulan magang.<br />
Namun, untuk tahap awal, Rute dimulai dengan dua hari pertemuan.<br />
Dimulai Minggu (23/3) pagi, pelatihan yang diikuti oleh 20 orang<br />
peserta itu berakhir pada Senin (24/3) sorenya.<br />
Ke depan, diharapkan akan ada pula kepedulian dari pengusaha atau<br />
pihak lain untuk ikut ambil andil dalam program ini. Bila terjalin<br />
peran serta masyarakat yang lebih luas, baik kelembagaan ataupun<br />
perorangan, maka kegiatan bantuan karitas bagi para mustahik ini<br />
dipercaya akan lebih berkembang.</p>
<p>DDS Launching Kantor Baru<br />
Rumah Terampil dilaunching Selasa (25/3) / 17 Rabiul Awal 1429 H,<br />
bertepatan dengan launching kantor baru di Komplek Perumahan Pasir<br />
Putih nomor 15, Padang.<br />
Kantor tersebut merupakan milik salah seorang donatur di mana DDS<br />
diberikan kesempatan untuk memanfaatkannya selama beberapa tahun.<br />
Launching ditandai dengan pembukaan plang oleh Vice President Dompet<br />
Dhuafa Republika, Arifin Purwakananta, dengan disaksikan oleh Sekda<br />
Kota Padang, Firdaus K, Pemimpin Umum Singgalang, H.Basril Djabar,<br />
Wakil Pemimpin Umum, H.Darlis Syofyan, Pemimpin Redaksi, Khairul<br />
Jasmi, pemuka masyarakat setempat dan lain-lain.<br />
Walikota Padang dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda<br />
mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh DDS serta pendirian Rumah<br />
Terampil ini karena telah berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang<br />
banyak.<br />
Menurutnya, Dompet Dhuafa akan dirasakan manfaatnya secara langsung<br />
oleh masyarakat, terutama masyarakat miskin. Sebab, dana yang<br />
dihimpun melalui Dompet Dhuafa akan disalurkan kepada masyarakat<br />
luas. Dalam kehidupan sehari-hari, hal itulah yang disebut dengan<br />
tanggung renteng, yaitu berkemampuan membantu masyarakat yang kurang<br />
beruntung dan secara bersama-sama menikmati kebahagiaan. Melda<br />
sumber : www.ddsinggalang.org</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/purwakananta.wordpress.com/93/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/purwakananta.wordpress.com/93/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=93&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/rumah-terampil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;PIAGAM BATAM” dari GERAKAN ZAKAT INDONESIA</title>
		<link>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/piagam-batam%e2%80%9d-dari-gerakan-zakat-indonesia/</link>
		<comments>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/piagam-batam%e2%80%9d-dari-gerakan-zakat-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 11:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MAP</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[DSNI Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://purwakananta.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Workshop Gerakan Zakat Indonesia WORKSHOP Gerakan Zakat Indonesia yang dilaksanakan selama 3 hari di Pusat Informasi Haji (PIH) Batam Centre (26-28/02/08) yang dilaksanakan oleh Lembaga Amil Zakat DSNI Amanah membuahkan hasil yang sangat strategis untuk dunia perzakatan di Indonesia. Kegiatan yang di ikuti oleh jejaring Dompet Dhuafa Republika dari beberapa daerah seperti Dompet Dhuafa Republika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=92&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td class="contentheading" width="100%"><strong>Workshop Gerakan Zakat Indonesia </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top"><!-- ======================================================= --><!-- Created by AbiWord, a free, Open Source wordprocessor.  --><!-- For more information visit http://www.abisource.com.    --><!-- ======================================================= --><!-- #toc, .toc, .mw-warning { border: 1px solid #aaa; background-color: #f9f9f9; padding: 5px; font-size: 95%; } #toc h2, .toc h2 { display: inline; border: none; padding: 0; font-size: 100%; font-weight: bold; } #toc #toctitle, .toc #toctitle, #toc .toctitle, .toc .toctitle { text-align: center; } #toc ul, .toc ul { list-style-type: none; list-style-image: none; margin-left: 0; padding-left: 0; text-align: left; } #toc ul ul, .toc ul ul { margin: 0 0 0 2em; } #toc .toctoggle, .toc .toctoggle { font-size: 94%; }@media print, projection, embossed { body { padding-top:1in; padding-bottom:1in; padding-left:1in; padding-right:1in; } } body { font-family:'Times New Roman'; color:#000000; widows:2; font-style:normal; text-indent:0in; font-variant:normal; font-size:12pt; text-decoration:none; font-weight:normal; text-align:left; } table { } td { border-collapse:collapse; text-align:left; vertical-align:top; } p, h1, h2, h3, li { color:#000000; font-family:'Times New Roman'; font-size:12pt; text-align:left; vertical-align:normal; } --></p>
<div>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr" align="justify"><span style="font-size:x-small;color:#3300ff;"><strong>WORKSHOP </strong>Gerakan Zakat Indonesia yang dilaksanakan selama 3 hari di Pusat Informasi Haji (PIH) Batam Centre (26-28/02/08) yang dilaksanakan oleh Lembaga Amil Zakat DSNI Amanah membuahkan hasil yang sangat strategis untuk dunia perzakatan di Indonesia. Kegiatan yang di ikuti oleh jejaring Dompet Dhuafa Republika dari beberapa daerah seperti Dompet Dhuafa Republika , Dompet Dhuafa Aceh, Dompet Dhuafa  Bandung, Dompet Dhuafa Yogjakarta, Dompet Dhuafa Hongkong, Dompet Dhuafa  Kaltim, Dompet Dhuafa  Singgalang, Dsni Amanah, Lampung Peduli, Peduli Umat Waspada, Radar Banjar Peduli, DSM Bali, DSIM Palembang, dan Dompet Ummat Pontianak telah menyepakati sebuah Dekralasi workshop Gerakan Zakat Indonesia  sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi faktual perzakatan Indonesia yang saat ini mengalami stagnasi gerak dan sebagai upaya dinamisasi dan kontribusi terhadap Perzakatan Indonesia. Dekralasi yang di cetuskan di kota Batam menorehkan kembali sejarah peradaban zakat setelah pada tahun 1977 kota Batam mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggaraan Munas Forum Zakat .  </span></p>
<div><span style="color:#3300ff;"><img src="http://dsniamanah.or.id/web/images/stories/foto%20gzi.jpg" border="2" alt=" " hspace="10" vspace="10" width="200" height="150" align="left" /></span><span style="font-size:x-small;color:#3300ff;">Dekralasi Gerakan Zakat Indonesia yang juga diikuti oleh tokoh Zakat Nasional Erie Sudewo menghasilkan tema “DARI  ZAKAT UNTUK INDONESIA”. Dalam kesempatan dekralasi ini juga telah di bentuk kepengurusan Presidium Gerakan Zakat Indonesia yaitu Ketua Presedium Bapak Moh Arifin Purwakananta dari Dompet Dhuafa Republika Jakarta dan Sekretaris Jendral Presidium Gerakan Zakat Indonesia Bapak Juperta Panji Utama dari Lampung Peduli. Sementara itu seksi bidang standarisasi Bapak Luthfi Affandi dari Dompet Dhuafa Bandung, seksi bidang jaringan Yohandromeda Syamsu dan Anggota Presidium Gerakan adalah seluruh direktur Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang tergabung dalam jejaring Dompet Dhuafa Republika. Selain itu gerakan zakat Indonesia telah membuat rencana kerja 3 tahun ke depan yang meliputi standarisasi, advokasi dan jaringan. Rencana kerja ini dibuat untuk menjawab masalah dan hambatan dalam penyadaran berzakat kepada masyarakat. Dari rangkaian Workshop dilaksanakan selama 3 hari ini telah melahirkan “PIAGAM BATAM”. Piagam ini juga langsung di Deklaratorkan oleh seluruh peserta dari penjuru Nusantara. Bagi Lembaga Amil Zakat DSNI Amanah, dengan adanya gerakan zakat ini merupakan upaya agar peran zakat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sinergi dapat dilakukan dengan pemerintah maupun perusahaan. (***)</span><span style="color:#3300ff;"> </span> </div>
<div>sumber : <a href="http://www.dsniamanah.or.id">www.dsniamanah.or.id</a></div>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/purwakananta.wordpress.com/92/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/purwakananta.wordpress.com/92/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/purwakananta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/purwakananta.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/purwakananta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/purwakananta.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/purwakananta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/purwakananta.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/purwakananta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/purwakananta.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/purwakananta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/purwakananta.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/purwakananta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/purwakananta.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/purwakananta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/purwakananta.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=purwakananta.wordpress.com&amp;blog=3506998&amp;post=92&amp;subd=purwakananta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://purwakananta.wordpress.com/2008/06/09/piagam-batam%e2%80%9d-dari-gerakan-zakat-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8db77dbff19f56fe2af6435408c35c7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MAP</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dsniamanah.or.id/web/images/stories/foto%20gzi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
